Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye

Kategori: Buku Tere Liye » Novel | 656 Kali Dilihat
Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye Reviewed by csbukuoriginal on . This Is Article About Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye

Jual Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Sinopsis Novel  : Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami.… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga: Rp 69.000 Rp 65.000

Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
0.25 Kg
21-11-2019
Detail Produk "Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye"

Jual Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Sinopsis Novel  :

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

IDENTITAS NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020331607
Ketebalan : 264 halaman
Ukuran : 135 x 200 mm
Sampul : Soft cover

Resensi / Review Novel :

“Dear, seseorang…Don’t you know? Our story is just like this book.. Remembering this is like opening the bandage of a chronic wound that almost healed. I try not to cry for this case, I try.. and failed.

Hey, but remembering this sometimes is okay, rite? A scar from a chronic wound is just like a ‘sign’ that we were galvanized to be a stronger person.Hope you’ll have a great life, then. :*”

Saya temukan catatan kecil tersebut di halaman belakang novel ini (identitas sang pemilik novel tidak saya sebutkan demi menjaga privasi, hehe 😀 ). Kurang lebih catatan tersebut berarti begini :

“Dear, seseorang. Tidakkah kau tau? Kisah kita seperti cerita dalam buku ini.. Mengingatnya seperti sedang membuka balutan luka kronis yang hampir sembuh. Aku mencoba untuk tidak menangis.. dan gagal.

Hey, tapi mengingat hal ini sepertinya tidak apa-apa, benar kan? Sebuah bekas luka dari luka kronis itu seperti suatu tanda, bahwa kita pernah digembleng untuk menjadi orang yang lebih kuat. Semoga hidupmu nanti menyenangkan.”

Entah kenapa, saat saya membaca catatan kecil itu, saya menjadi lebih tertarik membaca novel ini. Sepertinya jiwa KEPO saya muncul. Tergelitik untuk mencari tau kisah dibalik dituliskannya catatan kecil tersebut, saya mulai menyusuri lembar demi lembar novel ini, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Yang saya pikirkan saat itu, semoga saat saya membaca, saya tidak malah tambah galau, hehehe.

Novel ini bercerita tentang kisah romansa seorang cewek dan cowok yang usianya terpaut jauh, sekitar 14 tahun. Bukan, bukan si cewek yang lebih tua, tapi si cowoknya. Dan lagi, kisah romansa novel ini bukan romansa menye-menye yang sifatnya ‘kriuk’—sekali dibaca, mengalir, dan tiba-tiba habis saat kita belum sempat mengambil hikmah apa-apa di dalamnya—. Kisah romansanya lumayan inspiratif, menurut saya.

Jadi, ada seorang anak sekolah dasar bernama Tania yang menyukai om-om. Tania ini anak yatim yang putus sekolah karena harus bekerja setelah ayahnya meninggal. Suatu saat dia ketemu Danar—Oom Danar lebih tepatnya—saat bekerja sebagai pengamen di bus kota. Oom Danar di sini ceritanya baik hati bak malaikat. Dan sejak pertemuan di bus kota itu, si Oom mulai membantu kehidupan Tania dan ibunya. Si Oom membantu membiayai sekolah Tania dan adiknya, Dede.Karena merasa sangat dibantu sejak awal, si Tania ini berjanji kepada dirinya sendiri untuk belajar sangat rajin untuk membanggakan si Oom dan ibunya. Akhirnya, ia mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri. Sampai saya membaca novel ini di halaman tengah-tengah, si Tania tidak pernah mengungkapkan perasaannya, dan saya juga belum bisa menebak bagaimana perasaan si Oom ke Tania. Ini yang membuat saya gemes saat baca. Perjalanan cinta Tania sangat kompleks. Apalagi dengan kehadiran sosok ‘tante’, atau teman dekat si Oom. Juga beberapa perlakuan si Oom terhadap Tania yang sering bikin ge-er. Mirip PHP (pemberi harapan palsu) gitu kali, ya. Wah, sempurna sekali keribetan kisah cinta Tania ini.

Filosofi ‘daun’ dalam novel ini juga baguus banget –menurut saya–. Di halaman 63, dijelaskanlah filosofi ‘daun’:

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”

Jadi intinya: IKHLAS. Ya, novel ini bisa dikatakan sarat akan ilmu keikhlasan. Bahwa dalam menjalani kehidupan, terlepas saat itu kita sedang dibebani ujian atau tidak, syaratnya hanya satu, ikhlas. Saat kita ikhlas menjalani semuanya, hidup akan terasa lebih mudah dan berarti. Meskipun, ikhlas itu suliit sekali. Apalagi dalam hal cinta. Saya pernah ngakak—sambil pingin nangis–saat si penulis menggambarkan perasaan Tania di halaman 154. Begini:

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin.Umurku sembilan belas tahun. Seharusnya tumbuh seperti gadis-gadis lainnya. Bukan terjebak dalam semua perasaan yang mengungkung. Bukan justru sebaliknya, menangisi perasaan yang sedikit pun tidak pernah kuminta.

Aku bukan daun! Dan aku tak pernah mau menjadi daun!”

Heran kenapa saya ngakak dan pingin nangis sekaligus? Kalimat itu dilontarkan di sepertiga cerita akhir, di saat-saat genting. Dan.. yang paling bikin saya pingin ngakak dan nangis itu sebenarnya karena saya telah menemukan benang merah antara catatan kecil di halaman terakhir novel ini dengan kisah teman saya. Mirip! Hehehe. Saya sangat percaya bahwa kemiripan cerita sebuah novel, kadar ‘ke-KEPO-an’ atau keinginan untuk membacanya itu berbanding lurus. Saya sangat percaya. 😀 (Tapi saya tidak berharap teman saya ‘itu’ baca catatan ini, saya takut disambit).

Oia, ngomong-ngomong, cerita novel ini khas karya Tere Liye sekali. Beberapa novel lain yang pernah saya baca seperti Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah, Matahari Tenggelam di Wajahmu, Negeri Para Bedebah, dll., juga menyiratkan satu pesan penting: Rajin-rajinlah membaca kalau ingin sukses. Seburuk apa pun kasta sosial seseorang yang diceritakan dalam novel-novel karya Tere Liye, entah itu pengamen, pengemudi sepit, pedagang asongan, anak yatim piatu, atau apa pun itu, pasti akan menjadi ‘orang’ karena mereka suka membaca. Jadi saya pikir, sepertinya ini memang idealisme si penulis yang disisipkan di setiap novel-novelnya, tak pandang genre. Entah itu genre romansa, aksi, keluarga, atau apa pun, ada idealisme si penulis tentang budaya membaca. Meskipun pada penggambaran cerita kadang-kadang terlalu over, karena dua pemeran utama novel ini menurut saya terlalu sempurna: cantik dan ganteng, kaya, memiliki IP (indeks prestasi) tinggi serta cerdas.

Overall, saya beri 8 dari 10 bintang untuk novel ini. Novel ini layak dibaca karena bukan novel romansa menye-menye dan kriuk. Dan lagi, novel ini layak direkomendasikan untuk orang-orang yang galau cinta. Anggap saja obat, biar cepat sembuh dan move on. Sudahlah, intinya, kalau jodoh itu tak akan ke mana kok. Dan kalau tak jodoh, ya ke mana-mana. Ikhlasin aja. Simpel, kan? 😀

“Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Dia memang amat sempurna. Tabiatnya, kebaikannya, semuanya. Tetapi dia tidak sempurna.Hanya cinta yang sempurna.” –halaman 256—.

oke, selamat membaca!

( sumber : Nurul Ardian, Goodreads Indonesia )

– jual novel daun yang jatuh tak pernah membenci angin –

Tags: , , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp

Chat kami
1
Ada yang bisa dibantu?
Halo 👋
Ada yang bisa kami bantu?