Novel The Kite Runner Karya Khaled Khosseini

Kategori: Novel | 170 Kali Dilihat
Novel The Kite Runner Karya Khaled Khosseini Reviewed by csbukuoriginal on . This Is Article About Novel The Kite Runner Karya Khaled Khosseini

Jual Novel The Kite Runner – Sinopsis Novel  : Kite Runner terbit tahun 2003 langsung menjadi fenomenal, difilmkan, dan diterjemahkan dalam 42 bahasa serta dijual di 70 negara. Setelah 10 tahun, novel yang membuat Khaled Hosseini mendapat Humanitarian Award dari UNHCR ini menjadi salah satu novel klasik kontemporer yang dicintai… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga: Rp 89.000 Rp 80.000

Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Stok Tersedia
0.5 Kg
24-10-2019
Detail Produk "Novel The Kite Runner Karya Khaled Khosseini"

Jual Novel The Kite Runner – Sinopsis Novel  :

Kite Runner terbit tahun 2003 langsung menjadi fenomenal, difilmkan,
dan diterjemahkan dalam 42 bahasa serta dijual di 70 negara. Setelah 10 tahun,
novel yang membuat Khaled Hosseini mendapat Humanitarian Award dari UNHCR ini menjadi salah satu novel klasik kontemporer yang dicintai pembaca.

Aku memiliki satu kesempatan terakkhir

untuk menentukan apa jadinya diriku.

Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan

dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku.

Atau, aku bisa melarikan diri.

Akhirnya, aku melarikan diri.

Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambil Amir.

Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecil Amir. Seperti layang-layang putus, sebagian diri Amir terbawa terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti rapuhnya layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.

The Kite Runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Di tengah belantara puing di Kota Kabul, akankah Amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya?

IDENTITAS NOVEL THE KITE RUNNER
Penulis : Khaled Hosseini
Penerbit : Mizan
ISBN : 978-602-402-128-3
Terbit : 2018
Ketebalan : 492 halaman
Ukuran : 13 x 20 cm
Sampul : Soft cover

Resensi / Review Novel The Kite Runner :

Penderitaan Afganistan melewati peperangan selama bertahun-tahun dihiasi oleh berbagai kisah yang hampir selalu memilukan hati. Khaled Hosseini mencoba menggambarkan wajah Afganistan lewat salah satu karyanya yang juga tidak kalah pahit. The Kite Runner adalah kisah tentang persaudaraan dan penghianatan, ketulusan hati dalam memberi tanpa pamrih, serta penyesalan yang bisa melumpuhkan kekuatan seseorang. Amir dan Hassan adalah dua orang anak yang menyusui dari wanita yang sama namun mereka lahir dalam kaum yang berbeda dalam masyarakat Afganistan. Amir berasal dari kaum Pasthun, sedangkan Hassan yang digambarkan seperti orang mongolia berasal dari kaum Hazara. Yang satu dianggap tuan sedangkan yang lain tidak lebih dari seorang hamba, kaum Hazara bahkan sering disiksa di berbagai pelosok di Afganistan, namun kekejaman itu tidak akan pernah terjadi di rumah Baba, ayah Amir. Hassan dan Ayahnya, Ali, tinggal dan bekerja di rumah Amir, Baba menjaga mereka dengan sangat baik. Amir adalah kata pertama yang diucapkan oleh Hassan ketika ia mulai bisa berbicara, mereka tumbuh bersama, bermain bersama, sehingga perbedaan mendasar itu tidak berarti apa-apa di rumah Baba dan Amir.

Hassan sangat menyayangi Amir yang adalah sahabat dan tuannya. Hassan pun adalah satu-satunya sahabat bagi Amir. Hassan selalu mengejar layang-layang untuk Amir, mendengar Amir membacakannya cerita, atau melakukan kenakalan anak-anak bersama Amir. Hassan selalu bertepuk tangan untuk cerita-cerita Amir dan yakin bahwa Amir akan jadi penulis hebat dimasa depan. Terkadang aku berpikir Amir jahat dengan menguji kesetiaan Hassan yang ia tahu akan selalu menuruti permintaannya. Hassan digambarkan sebagai seorang anak yang tulus dan tanpa pamrih, ia tidak bisa membaca, tetapi cerdas dalam membaca amir atau keadaan disekitarnya. Amir disisi lain digambarkan sebagai pengecut yang mendambakan perhatian dan kasih sayang ayahnya yang terlihat selalu sibuk dengan bisnisnya.

Suatu saat, ketika Hassan sedang menangkap layang-layang untuk Amir, supaya Amir bisa pulang kepada Baba dan menerima pujian, Hassan dikepung oleh anak-anak nakal yang sudah sering mengganggu mereka berdua. Amir tidak ada disana. Hassan harus merelakan layang-layang itu supaya bisa selamat, atau mempertahankan layang-layang itu dan menerima perlakuan buruk. Hassan memilih layang-layang untuk Amir dan membiarkan dirinya dilecehkan. Pada saat yang sama, Amir berdiri diluar gang itu, melihat semua kejadian yang menimpa Hassan tetapi terlalu pengecut untuk berlari masuk dan membela satu-satunya saudara yang ia miliki. Pilihan Amir mengubah segalanya, sejak saat itu persaudaraan yang manis itu tidak pernah sama lagi, paling tidak dari sudut pandang Amir yang menanggung rasa bersalahnya sendiri.

“Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan, untuk menentukan apa jadinya diriku. Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku. Atau, aku bisa melarikan diri. Akhirnya, aku melarikan diri” – dikutip dari belakang cover.

Saat-saat ketika Hassan pulang tanpa pengeluhan setelah peristiwa itu adalah saat-saat berat untuk Amir dan untukku sebagai pembaca. Dari sisi orang yang merasa bersalah seperti Amir, Hosseini menggambarkan beratnya perasaan yang ditanggung Amir, bahkan uluran tangan persahabatan yang tidak berubah dari Hassan semakin memperburuk rasa bersalahnya. Pada satu titik, cerita ini hampir membuatku berhenti membaca, rasanya seperti ada batu berat di dalam hati. Sikap Amir yang sangat pengecut itu menggambarkan penghianatan yang menyesakkan hati karena orang yang dihianatinya adalah Hassan yang polos dan tulus. Hossenini menggambarkan dengan jelas betapa berat hidup yang dibayang-bayangi oleh rasa bersalah. Hubungan Amir dan Hassan tidak pernah sama lagi sejak peristiwa itu. Banyak yang tidak terkatakan diantara mereka sampai saat mereka terpaksa berpisah. Perasaan bersalah atas keputusan yang pernah diambilnya terus membuat dirinya terbebani. Sampai sebuah panggilan telepon dua puluh tahun kemudian memaksanya harus menghadapi beban jiwanya.

Hosseini menuturkan kisah ini dengan detail. Plot, karakter, dan hubungan antar tokoh pun digambarkan Hosseini dengan jelas dan mendalam, sehingga pembaca benar-benar bisa merasakan perasaan antar sesama tokoh. Karya Hosseini ini membuatku melihat beberapa hal, ekspektasi Baba terhadap Amir pada kenyataannya menyulitkan Amir untuk menampilkan dirinya sendiri dihadapan orang tuanya. Hal ini menuntunnya menjadi seorang pengecut yang akhirnya merugikan dirinya sendiri. Disisi lain Ketulusan hati Hassan punya power yang luar biasa untuk orang-orang disekitarnya. “For you, a thousand times over” kata Hassan untuk Amir. Empat bintang untuk Khaled Hosseini.

SUMBER : http://althesia.blogspot.com/

– jual novel the kite runner –

Tags: , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp

Chat kami
1
Ada yang bisa dibantu?
Halo 👋
Ada yang bisa kami bantu?